By Unknown | At 00.23 | Label : | 0 Comments
Home » Archives for Oktober 2016
Senin, 24 Oktober 2016
Senin, 10 Oktober 2016
APAKAH BOLEH BERMAKE UP UNTUK WANITA MUSLIM ?
By Unknown | At 01.19 | Label : | 1 Comments
bermake up untuk wanita muslim
Salam sayang semua, hari ini ana ingin menyentuh bab make up atau
berhias. Sesungguhnya kecantikan dan wanita adalah sifat semulajadi.
Allah telah menganugerahkan wanita dengan kecantikan yang tidak ada
tolok bandingannya. Mahupun ada yang dilahirkan secara cantik
semulajadi, ada yang tidak. Itu semua ketentuan Allah s.w.t. Di zaman
yang modern, canggih kini, berhias atau make up sudah menjadi lumrah
dunia, jikalau kita berada dalam arus permodelan atau di kaca tv, wajib
bermake up supaya dapat kesan effect yang cantik pada wajah kita.
Malahan ramai wanita di luar sana, yang senantiasa mahukan kecantikan
mereka itu sentiasa unggul dan dipandang oleh orang ramai. Benar, tiada
siapa yang tidak mahukan kecantikan, paling tidak akan terselit rasa
ingin cantik, kerana cantik merupakan perkara yang membuatkan orang
senang, orang sayang. Jadi, salahkah seorang wanita itu mendambakan
kecantikan?
Jadi, di sinilah datangnya tugas alatan make up yang berlambakkan di
luar sana. Terdapat pelbagai jenama, tetapi sadly mostly of the branding
adalah produk luar negara. Contohnya, Maybeline, antara jenama make up
yang senantiasa menghiasi ruangan iklan di TV. Apa pula pandangan Islam
terhadap wanita bermake up? Adakah salah sekiranya kita bermake up? Dan
jika tidak, bagaimana cara sebenar seorang wanita muslim itu berhias? Di
dalam entry ini, kita akan cuba kupas sedikit sebanyak dapat membantu
para wanita muslimah di luar sana, serta pengingatan buat ana sendiri.
Insyaallah.
Di dalam Al-Quran, terdapat 47 indeks berkaitan dengan wanita. Tetapi
kita akan hanya sentuh yang berkaitan dengan tajuk kita sahaja iaitu
make up atau pun berhias.
Di bawah bab perhiasan seorang wanita, disebut dalam Surah An-Nur; ayat 31.
Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan; dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka; dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya.
Di dalam surah An Nur disebut, "janganlah mereka memperlihatkan
perhiasan tubuh mereka" dan ini termasuklah kecantikan wanita itu
sendiri. Di dalam Islam, solekan atau memperlihatkan perhiasan
berlebihan itu digelar Tabarruj.
Tabarruj Menurut bahasa adalah wanita yang memamerkan keindahan dan perhiasannya kepada laki - laki (Ibnu Manzhur di Lisanul Arab). Tabarrajatil mar’ah artinya wanita yang menampakkan kecantikannya, lehernya, dan wajahnya. Ada yang mengatakan, maksudnya adalah wanita yang menampakkan perhiasannya, wajahnya, kecantikannya kepada laki-laki dengan maksud untuk membangkitkan nafsu syahwatnya.
Dan Rasulullah saw sendiri pernah bersabda, "“Aku telah melihat di dalam neraka, aku melihat kebanyakan penghuninya wanita. Sebabnya mereka sedikit yang patuh pada Islam dan Rasulnya, kurang taat kepada suaminya dan kuat bersolek.” Nabi Sallalahu Alaihi wa Sallam juga bersabda : Dua golongan dikalangan ahli neraka yang tidak akan aku pandang iaitu kaum yang bersama mereka cemeti seperti ekor lembu yang dengannya digunakan memukul orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian bagaikan bertelanjang yang condong kepada maksiat dan menarik orang lain untuk membuat maksiat. Sanggul dikepala mereka ditusuk tinggi-tinggi seperti bonggol unta yang bergoyang-goyang. Mereka ini tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium baunya sedangkan sesungguhnya bau syurga itu bisa dicium dari jarak demikian dan demikan. [HR Muslim].
Rasulullah Sallalahu Alaihi wa Sallam bersabda lagi: “Siapapun wanita yang memakai wewangian kemudian melewati suatu kaum agar mereka mencium baunya, berarti ia telah berzina.” [HR. Imam al-Nasaaiy].
Masyaallah, begitu beratnya
sebenarnya hukum bersolek ini wahai kaum wanita yang ana kasihi. Bukan
wanita tidak boleh bersolek langsung, tetapi bersolekla secara sederhana, tidak berlebih-lebihan sehingga menaikkan rasa nafsu bagi kaum lelaki yang memandang.
Apabila kita berniat bersolek untuk cantik, maka untuk siapakah
kecantikan kita itu? Bagi wanita yang sudah berkahwin, solekan itu buat
si suami, mungkin dengan solekan nipis pada wajah, dapat membuatkan
pandangan orang lain terhadap suami itu lebih baik. Tanggapan manusia
atau apa di pikiran mereka kita tidak tahu. Bila kita tidak pandai
menjaga penampilan diri, atau kecantikan wajah, nanti di kata tidak
sayang suami atau berbagai lagi la. Jadi, cukuplah jika seorang wanita
itu berhias secara sederhana demi menjaga nama suami, anak-anak.
By Unknown | At 01.14 | Label : | 0 Comments
MANFAAT SOLAT MALAM ATAU TAHAJJUD
Jika dijalani dengan penuh ketekunan dan keikhlasan, shalat tahajud niscaya akan memberikan begitu banyak manfaat yang amat berlimpah bagi kita semua. Dalam uraian berikut ini kita akan memetakan tiga diantaranya.Tiga dimensi manfaat yang layak kita resapi dengan penuh kesungguhan dan kelapangan hati.
Jika dijalani dengan penuh ketekunan dan keikhlasan, shalat tahajud niscaya akan memberikan begitu banyak manfaat yang amat berlimpah bagi kita semua. Dalam uraian berikut ini kita akan memetakan tiga diantaranya.Tiga dimensi manfaat yang layak kita resapi dengan penuh kesungguhan dan kelapangan hati.
Pertama, Membawa
kita ke tempat terpuji dan mulia di sisi-NYA.
Inilah janji dari
Allah SWT yang akan mengangkat umat-NYA ke tempat yang terpuji, bagi mereka
yang melakukan shalat tahajud dengan tekun dan ikhlas mengharap ridha Sang
Ilahi (QS : Al Isro’ 79).
Mendapatkan tempat
yang terpuji, tempat yang spesial di sisi Allah SWT adalah sebuah impian yang
layak didekap dengan penuh erat oleh berjuta-juta insan yang beriman.
Mendapatkan tempat terpuji, tempat terindah disisi Sang Ilahi berarti
terbentangnya jalan keselamatan dalam kehidupan di dunia yang fana ini, dan
juga terutama dalam kehidupan sesudah mati.
Terbentang pula jalan
kebahagiaan yang paling hakiki, jalan lurus menuju surga yang abadi dan
sekaligus bernaung mulia disisi Sang Maha Pencipta Alam Semesta. Tidakkah jalan
ini yang semestinya harus kita rengkuh dalam seluruh sejarah hidup kita ini?
Kedua, Ritual
shalat yang mujarab untuk mengantarkan doa dan harapan.
Shalat tahajud
merupakan salah satu ibadah sunnah yang utama, dan merupakan media yang mustajab
untuk menghantarkan doa-doa kita kepada Yang Maha Memberi. Harapan dan doa-doa
tentang kehidupan yang barokah,
tentang impian membangun
keluarga yang sakinah, dan permohonan akan hadirnya hidayah yang semoga terus
mengalir; bisa kita hantarkan dalam ritual shalat tahajud.
Dengan keyakinan yang
teguh, kita merapalkan doa dan harapan itu untuk dihaturkan pada Tuhan Yang
Maha Pemurah dan Penuh Kasih Sayang. Maka mari kita simak hadits berikut ini.
“Pada tiap
malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun (ke langit dunia) ketika tinggal
sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman: “Barang siapa yang menyeru-Ku, akan
Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan
permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” (HR Bukhari dan
Muslim).
Sebagaimana tercantum
dalam hadits diatas, dalam sepertiga malam terakhir Allah SWT beserta segenap
malaikat-NYA akan turun ke langit dunia dan mendengarkan serta memperkenan-kan segenap
doa yang dihantarkan oleh mereka yang menjalankan shalat tahajud dengan
khusyu’.
Ketiga,
Merajut Kedekatan dengan Sang Ilahi.
Melakukan shalat
tahajud dengan tekun dan konsisten juga akan membuat kita makin dekat dengan
Sang Ilahi. Kedekatan ini niscaya akan membuat hati dan batin kita kian tenang
dalam menghadapi kehidupan yang penuh dinamika ini.
Ketenangan hati yang
hakiki hanya akan bisa kita rajut kala kita merasa dekat dengan Sang Pelindung
Sejati – Sang Ilahi. Ketenangan hati, ketentraman pikiran dan kejernihan nurani
pelan pelan akan mengendap dalam segenap raga kita jika mampu menjalani shalat
tahajud dengan tekun.
Ketenangan hati dan
ketenteraman pikiran yang hakiki pada gilirannya akan memberikan bahan dasar
yang penting untuk merajut kebahagiaan hidup yang sejati. Insan yang bertekun menjalani
shalat tajajuh niscaya akan mengalami aura ketentraman hati dan sensasi
kebahagiaan yang enghujam dalam jiwanya. Kebahagiaan lantaran ia bisa merasakan
kedekatan dan membangun
interaksi yang intens dengan Sang Pemberi Hidup.
Aura kebahagiaan itu
akan terus mengendap dalam jiwanya secara permanen manakala ia mampu menjalani
shalat tajajudnya dengan konsisten. Lalu apa impaknya dalam kehidupan
sehari-hari?
Sejumlah riset mutakhir
menjelaskan betapa besar dampak rasa ketentraman dan kebahagiaan bagi
produktivitas dan kinerja seseorang. Orang yang bahagia terbukti lebih
produktif, lebih mampu berpikir kreatif, dan lebih ulet dalam menghadapi
beragam tantangan kehidupan – baik dalam arena personal,
ataupun dalam tantangan profesional pekerjaannya.
Happiness at
work kini
merupakan salah satu ranah yang makin mendapatkan perhatian. Dalam menghadapi
dinamika hidup yang kian rancak, terutama dalam dunia kerja atau kehidupan profesional,
maka elemen kebahagiaan menyeruak menjadi variabel yang kian mendapatkan
perhatian. Sebab seperti yang diuraikan diatas, a happy person (or a happy
managers) cenderung jauh lebih produktif dan lebih sukses dalam mengelola
tantangan pekerjaannya.
Lalu apa hubungannya
antara shalat tahajud dengan kebahagiaan? Justru disinilah letak korelasinya :
seseorang yang bertekun sholat tahajud dengan istiqomah niscaya akan merasakan
kebahagiaan yang menjalar dalam segenap relung raganya.
Ia bahagia
sebab dalam keheningan malam, ia bisa bersujud
memuji
kebesaran Sang Ilahi.
Ia bahagia
sebab dalam malam yang syahdu, ia bisa terus
melantunkan
rasa syukur tiada henti pada Yang Maha Pemberi
Rezeki.
Ia bahagia
sebab dalam malam yang khusyu itu, dengan suka cita
ia bisa
menghamparkan doa-doa dan harapannya kepada Sang
Ilahi. RenunganIslami.Net
Tags:
ayat tentang tahajud, keajaiban shalat tahajud, doa tahajud, cara
shalat tahajud, tahajud yang benar, keutamaan tahajud, hikmah tahajud,
tahajud dan kesehatan, keajaiban sholat tahajud.
By Unknown | At 01.07 | Label : | 0 Comments
PENTINGNYA MENJAGA KEHORMATAN ATAU AURAT
Jika engkau berjilbab dan ada yang mempermasalahkan akhlakmu, katakan kepada mereka bahwa antara jilbab dan akhlak adalah dua hal yang berbeda. Berjilbab adalah murni perintah Allah; wajib untuk wanita muslim yang telah baligh tanpa memandang akhlaknya baik atau buruk. Di lain hal, akhlak adalah budi pekerti yang bergantung pada pribadi masing-masing. Jika seorang wanita berjilbab melakukan dosa atau pelanggaran, itu bukan karena jilbabnya, melainkan karena akhlaknya. Yang berjilbab belum tentu berakhlak mulia, tapi yang berakhlak mulia pasti berjilbab.”
Jika engkau berjilbab dan ada yang mempermasalahkan akhlakmu, katakan kepada mereka bahwa antara jilbab dan akhlak adalah dua hal yang berbeda. Berjilbab adalah murni perintah Allah; wajib untuk wanita muslim yang telah baligh tanpa memandang akhlaknya baik atau buruk. Di lain hal, akhlak adalah budi pekerti yang bergantung pada pribadi masing-masing. Jika seorang wanita berjilbab melakukan dosa atau pelanggaran, itu bukan karena jilbabnya, melainkan karena akhlaknya. Yang berjilbab belum tentu berakhlak mulia, tapi yang berakhlak mulia pasti berjilbab.”
Allah SWT dalam Al Qur’an Surat an-Nur ayat 31 telah berfirman, yang artinya:
“Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah
mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah
mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari
padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya…”
Dalam firman di atas, telah jelas bahwasanya Allah telah memerintahkan kaum wanita untuk mengenakan jilbab atau hijab.
Maka sudah selayaknya kaum wanita taat kepada perintah Allah SWT salah
satunya dengan mengenakan hijab atau jilbab yang sesuai dengan aturan
Islam.
Keutamaan Mengenakan Jilbab atau Hijab
Jilbab
telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan bagi umat Islam, baik
dari segi nilai religius maupun fungsi sebagai penutup aurat bagi
Muslimah. Adapun keutamaan dalam mengenakan jilbab terdapat dalam firman
Allah SWT surat Al Ahzab ayat 59 (yang artinya):
“Hai
Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan
istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke
seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk
dikenal karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Sesungguhnya
firman di atas merupakan bukti bahwa dalam hukum Islam, perempuan
sangatlah mendapatkan perhatian. Adanya perintah bagi perempuan untuk
mengenakan jilbab bukanlah untuk mengekang kebebasan akan tetapi sebagai
pelindung agar tidak tergelincir pada lumpur kemaksiatan.
Mewaspadai Fashion Era Globalisasi
Dalam
era yang seolah membuat dunia tanpa sekat ini, umat Islam perlu waspada
akan maraknya fashion yang jauh dari nilai-nilai Islami. Banyak wanita
muslim yang terjebak dalam arus modernisasi. Berbagai fashion yang jauh
dari unsur Islami banyak ditawarkan kepada umat Islam. Mulai dari mode
pakaian yang terbuka menampakkan perhiasannya, lalu mode busana yang
sangat menerawang sampai kepada mode busana sempit yang menonjolkan sex
appeal-nya. Kini banyak yang mengenakan jilbab bukan sekadar mematuhi
perintah agama akan tetapi jilbab juga menjadi unsur gaya, modis,
elegan, dan tampak vulgar serta seksi. Padahal sudah jelas bagaimana
hukum Islam mengatur busana atau pakaian yang selayaknya dipakai oleh
kaum wanita. Di sisi lain, hal ini telah dikabarkan sebelumnya oleh
Rasulullah SAW dari Abu Hurairah RA, beliau bersabda,
“Ada
dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1]
Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia
dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok,
kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak
akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium
selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)
Berjilbab atau Berhijab yang Baik dan Benar
- Niat berjilbab hanya karena Allah SWT.
- Jilbab atau hijab yang baik adalah yang dapat menutup aurat wanita secara sempurna. Adapun yang termasuk aurat wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan.
- Memakai jilbab atau hijab yang tidak transparan.
- Memakai jilbab atau hijab yang longgar dan tidak menampakkan bentuk tubuh
- Menghindari pemakaian model jilbab kepala yang menyerupai punuk unta
Dari
uraian di atas, nampaknya sudah jelas bagaimana pentingnya berjilbab
bagi wanita muslim. Berjilbab merupakan kewajiban yang telah Allah
tetapkan untuk wanita muslim yang telah baligh. Maka sudah sepatutnya
wanita muslim mengenakan jilbab yang sesuai dengan aturan Islam.
Berjilbab sejatinya adalah bentuk ketaatan wanita muslim kepada Allah SWT.
Langganan:
Postingan (Atom)